Jumat, 16 Oktober 2020

Oktober 16, 2020
      Sejak di wacanakan pada Minggu, 30 Agustus 2020 lalu, wadah independen lintas suku lintas agama yang diberi nama Forum Komunikasi Lembaga Swadaya Masyarakat Bersatu, disingkat Forkom LSM Bersatu, sepertinya bakal merubah 'wajah' Sumatera Utara

       Ungkapan ini disampaikan salah seorang pencetus terbentuknya Forkom LSM Bersatu, M.Yusuf Siregar, atau yang dikenal dengan panggilan Boy Siregar tersebut dalam kegiatan "Silaturrahmi Pra Deklarasi" di Vintage Coffee Taya Tayo Jl.Karya Darma Kecamatan Medan Johor, Jumat sore (16/10)

      Lebih lanjut Boy menjelaskan, lembaga kemasyarakatan dan masyarakat merupakan suatu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, saling berkaitan serta saling mempengaruhi satu dengan yang lain. Penyebaran informasi Hoax dan isu SARA (Suku, Ras, Agama, dan Antargolongan) jika sedini mungkin tidak diantisipasi, tentunya akan menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya perubahan sosial masyarakat yang dapat mempengaruhi sikap, sistem sosial, nilai, juga pola perilaku kehidupan masyarakat itu sendiri

       Pembentukan Forkom LSM Bersatu Republik Indonesia yang mengemban visi Menjaga Persatuan NKRI Melalui Edukasi Bahaya Hoax dan Isu SARA. Yang diantara misinya adalah sebagai pelopor pergerakan sosial kemasyarakatan yang peduli sekaligus merasa bertanggungjawab dalam upaya memerangi, meredam, atau setidaknya meminimalisir tingkat Hoax maupun isu SARA melalui metode penyuluhan dan sosialisasi. Dimana nantinya diharapkan dapat menekan konflik sosial ditengah masyarakat yang diakibatkan informasi Hoax maupun isu SARA tersebut

       "Jika konsep yang kami bangun ini mendapat dukungan dari semua pihak, kami yakin 'wajah' Provinsi Sumatera Utara akan berubah ke arah yang lebih baik, lebih berwibawa, dan lebih bermartabat", ucap Ketua Umum LSM Strategi ini penuh keyakinan

       Boy Siregar kemudian memaparkan nama 20 an lebih lembaga mewakili berbagai Ormas, Mass Media, Lsm, maupun Lembaga Kemasyarakatan lainnya yang bakal bersinergi dalam wadah sosial kontrol yang berorientasi Bhinneka Tunggal Ika tersebut, diantaranya Ketum DPP LSM Teropong Keadilan Hukum (LSM TKH) Muhammad Rajab, Ketum DPP LSM LP3S Sumut Jaya Simanjuntak, Ketua JPKP Kota Medan Zulhamri alias Amri Daeng, Ketua IWS Sumatera Utara Sukma Jaya, serta Agus Edi Syahputra Harahap, Ketua DPP LSM Sidik Perkara

       Sambungnya lagi, Ketua DPW LSM Komptras Sumut Emil S Pandiangan, Ketum DPP AJH (Aliansi Jurnalis Hukum) Dofu Gaho, Ketum Lissenta Community Usman Syam Ritonga, Ketua LSM JAKA (Jaringan Pemerhati Lingkungan dan Kegiatan Alam) Sumut Zamroni Hidayat, Ketum DPP AMMI Ali Zamar Sikumbang, Sekjend DPP MAPAN RI Andhy P Nainggolan, Ketum MPSU Mulya Koto, Ketua LSM LPLH Batara Mulia Harahap dan Budi Malem, Ketua DPD KOMPAK Kota Medan

       Kemudian Ketua LM TIPIKOR RI Sumut Shiddiq Fathon, Ketum DPP LSM Terkams Samsul Bahri Hasibuan, Ketua NCW Sumatera Utara Mikhael Siregar, Ketum DPP RENTAN RI Sumut M.Yunus, Sekum DPP LSM Perraksu Juniper Halomoan, Ketua LSM LKAH Peduli Rakyat Ardiman, serta Ketua DPP LSM Strategi M.Yusuf "Boy" Siregar, juga selaku Kordinator Forkom LSM Bersatu Republik Indonesia yang berpusat di Kota Medan Provinsi Sumatera Utara

       "Namun, beberapa lembaga yang tidah hadir dalam kegiatan hari ini, mungkin keberadaannya akan kami pertimbangkan kembali", tegas Boy Siregar mengakhiri. (Red)

0 komentar:

Posting Komentar