Rabu, 09 September 2020

September 09, 2020

       Rencana pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah yang berlokasi di Dusun V Desa Tadukan Raga Kecamatan STM Hilir Kabupaten Deli Serdang terus menuai reaksi dari berbagai lapisan masyarakat

       Seperti diungkapkan kembali oleh Ketua Satuan Kerja Analisa Data dan Teknologi (Satker ADT) LSM Strategi Sumatera Utara, Jeproy Lumban Gaol, Rabu malam (9/9)

       Aksi unjuk rasa puluhan masyarakat Dusun V bersama warga Perumahan Taman Anugerah Permai dan Gemini Perkasa pada rabu (26/8/2020) lalu, sepertinya tak dihiraukan. Sebab, alat berat excavator (beko) sudah terlihat melakukan aktivitas pembangunan TPA Sampah yang hanya berjarak kurang lebih 300 meter dari pemukiman warga 

       Ironisnya, sambung Jeproy, garis sempadan sungai Belumai yang hanya berjarak 30 - 40 meter dari tapak batas fisik pembangunan TPA Tadukan Raga, padahal dihilir sungai terdapat Instalasi Pengolahan Air (IPA) PDAM Tirtanadi Limau Manis dan PT. Tirta Lyonnaise Medan (PT. TLM), yang merupakan salah satu sumber produksi air bersih untuk memenuhi kebutuhan air minum warga Kota Medan sekitarnya yang air bakunya berasal dari Sungai Belumai tersebut

       Lanjutnya, Pasal 35 Ayat (2) Permen PU nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana Dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga Dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. Huruf e berbunyi, dari jarak pemukiman, yaitu lebih dari 1 km (kilo meter) dengan mempertimbangkan pencemaran lindi, kebauan, penyebaran faktor penyakit, dan aspek sosial

       Ditambah PP nomor 16 tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), didalam Pasal 21 Ayat (1), disebutkan bahwa, Lokasi Tempat Pengumpulan dan Pengolahan Sampah serta TPA, Wajib Memperhatikan : a).jarak dengan sumber air baku; b).hasil kajian AMDAL;
c).rencana tata ruang; serta d).kondisi sosial masyarakat 

      Pungkas Jeproy Lumban Gaol, Ketua Satker ADT LSM Strategi, dan sekaligus meminta Bupati Deli Serdang H.Azhari Tambunan, segera melakukan evaluasi keberadaan TPA Sampah Tadukan Raga yang telah membuat keresahan bahkan ketidaknyamanan warga 

       Sementara Ketum LSM Terkams, Samsul Bahri Hasibuan meminta agar Pemkab Deli Serdang mengkaji ulang keberadaan TPA Sampah Tadukan Raga karena dikhawatirkan dapat menjadi potensi terganggunya kekondusifan ditengah masyarakat

       "Kami minta kepada seluruh pihak berkompeten, mulai Dinas Lingkungan Hidup, Perkim, pihak Kementerian PUPR, maupun Bupati Deli Serdang Bapak Azhari Tambunan, untuk mengevaluasi kembali terkait izin pembangunan TPA tersebut", terang Samsul didampingi Sekjendnya Solihin Rambe

       Kemudian dianya mengatakan, jika pembangunan TPA Sampah Tadukan Raga seyogianya dikaji kembali dengan melibatkan komponen masyarakat dan pihak terdampak lainnya seperti PDAM Tirtanadi maupun PT. Tirta Lyonnaise Medan

       "Apabila hal ini diabaikan, sama artinya Pemkab Deli Serdang diduga telah mengabaikan aspek kesehatan masyarakat yang dilindungi Undang - Undang", tegasnya

       Pemerintah Kabupaten Deli Serdang melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) mengaku jika pembangunan TPA Sampah tersebut telah melalui kajian konsultan dari pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dengan mengusulkan sejumlah titik lokasi di Kecamatan Pantai Labu, meskipun pilihannya tetap di Desa Tadukan Raga STM Hilir Deli Serdang. (Red)

0 komentar:

Posting Komentar