Senin, 06 April 2020

April 06, 2020

       Penyaluran dana bantuan PKH (Program Keluarga Harapan) serta Lanjut Usia (Lansia) yang dinilai tidak tepat sasaran, akhirnya puluhan warga Lingkungan V Sei.Pucuk Besitang Kabupaten Langkat mendatangi Kantor Dewan Pimpinan Kabupaten (Dpk) Lsm Strategi Langkat guna menyampaikan aspirasi, Minggu (5/4)

       Warga yang dikordinir ibu Las dan Majidah mengatakan jika penerima bantuan dari Pemerintah selama ini seperti PKH, Lansia, maupun bantuan sosial lainnya dianggap tidak adil dan belum berjalan sesuai tujuan, disalurkan bukan teruntuk masyarakat miskin atau kepada orang yang berhak. Sehingga menimbulkan kesenjangan sosial bahkan keresahan dikalangan warga Sei Pucuk Besitang yang dominan tergolong masyarakat berpenghasilan rendah

       Menurut warga, sudah beberapa kali persoalan ini mereka sampaikan dengan Kepala Lingkungan (Kepling) Link.V Sei Pucuk berinisial J, tapi sepertinya belum juga direspon. "Dari itu, kami harapkan Lsm Strategi Langkat dapat membantu menyelesaikan fenomena ini", pinta ibu Las bersama puluhan warga lainnya

       Ketua Dpk Lsm Strategi Langkat Abdul Mutolib Siregar (kaos putih), menyambut baik aspirasi warga yang sehari sebelumnya juga sudah datang. "Secepatnya kami akan mencari tahu dari aparatur pemerintahan desa atau pihak terkait lain kenapa masalah ini bisa terjadi", ucapnya didampingi Pria Deni, Bendahara, Ketua Bidang (Kabid) Intelijen Investigasi Andri Wiguna, serta sejumlah unsur pengurus

       Lanjutnya, Pasal 34 Ayat (1) UUD 1945 menyebutkan, "bahwa fakir miskin dan anak - anak terlantar dipelihara oleh negara". Kemudian pada Ayat (2) tertera, "bahwa negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan".

       Bentuk realisasi tanggungjawab pemerintah terhadap kondisi warga miskin dan terlantar ditingkat bawah supaya taraf hidup mereka meningkat, menurut pandangan Tolib sebenarnya telah diimpelementasikan melalui berbagai jenis bantuan sosial, tinggal Sumber Daya Manusia (SDM) oknum penyalurnya saja yang harus dibenahi

       Menyikapi keluhan warga ini, Abdul Mutolib Siregar bersama jajarannya pada Senin (6/4) pagi langsung melakukan investigasi lapangan. Saat konfirmasi, Kepling Lingk.V Sei Pucuk Besitang inisial J mengaku jika dirinya hanya bertugas mendata tetapi bukan sebagai penentu. "Saya akan lebih berterimakasih andai Lsm Strategi bisa membantu agar dana tersebut dapat tersalur bagi masyarakat yang benar - benar membutuhkan", ujarnya via seluler. (Red)

0 komentar:

Posting Komentar